Minggu, 27 Februari 2011

Crooked pain.

Aku sedang tidak ingin menulis malam ini. Aku ingin bersandar di bahumu. Aku ingin kamu tahu bahwa aku lemah terhadapmu. Jika aku sadar aku sangat lemah, aku akan berpaling darimu, dan aku akan mengadu pada Tuhanku. Tapi aku sedang butuh kamu. Aku rindu...

Aku ingin menulis surat padamu, tapi aku tidak yakin kamu akan membacanya. Aku ingin kamu tahu bahwa aku lemah terhadapmu. Dan jika kau sudah tahu, kau tak perlu berkata apapun. Cukup lakukan seperti yang biasa kau lakukan, menempatkanku di bahumu dan membelai lembut rambutku. Aku sayang kamu...

---Aku tak ingin kamu tahu bahwa aku begitu mencintaimu. Tapi aku terlanjur basah, kamu menempatkanku diposisi tertinggi yang bisa aku capai sebagai seorang perempuan dihadapan laki-laki, kamu memang begitu. Aku tidak ingin kamu tau bahwa aku sungguh lemah di hadapanmu. Aku sungguh lemah...

---Sayang, aku sakit... Sakit jiwa.
Kamu tau gak, suatu saat aku bisa saja mencekikmu lalu aku kabur. Aku rasa kamu tahu...
Lalu kenapa kamu masih mau menemaniku dalam sakau ku? Pergi sana!!!!


And now, I see her back away.
I see the pain each step she walk.
I saw unhappy, but she smile...
She walked away---

I saw him turn away.
He left the hand he looking for many years...
He smiling but his eyes showed pain.
He standing by---

I saw a lie.
I saw you.
I saw every detail in yours.
But I think isn't good enough.
But actually, 
I love you...

I love him.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar