Minggu, 18 Juli 2010

Atas nama rindu yang keterlaluan : helnariong

Apa yang salah denganku?
Aku ini memenjara diriku, hatiku, tapi tidak pikiranku. Kubilang aku tidak ingin merasakan cinta (lagi) sebelum menikah. Dan aku akan berkomitmen dengan itu!
Tapi saat ini juga, segala dingin itu menembus ke dalam logika nalarku. Segala yang aku ubah demi kesucian yang tak mungkin lagi seorang manusia macamku punya. Segala pedih itu yang menyayat sepertiga ubun-ubunku sampai kuingin muntah bila memikirkannya...

Dan memang aku muak!
I hate my self.

I'm selfish. . Aren't I ?

Saat ini juga aku merasa getir itu kembali lagi. Di saat aku terpenjara dengan teka-teki yang kubuat sendiri macam air yang kutuang untuk kuminum sendiri. Macam-macam saja!
Macam-macam rasa yang getir dan memuakkan itu menjadi satu, harus kucium baunya dan kuminum sendiri krn aku yang membuatnya, aku yang menuangkannya, dan harus aku yang meminumnya, menelannya sampai meluncur di ternggorokanku an melesat ke hati.

Kemarin aku berkata sedemikian lugas. Macam seorang anggota Dewan yang  tehormat memaparkan Visi-Misinya pd rakyat yang setia mendengarkan obral janji, walau tak tahu apa yang dijanjikan, dan akan-tidaknya ditepati. Aku saat ini juga berwajah tegar, sekaligus polos...

Saat ini juga aku bersikap (sok) dewasa sekaligus lugu.
Saat ini juga, atas nama rindu yang keterlaluan, aku meneteskan air mataku!


Aku rindu.
Yang teramat sangat, padamu.
Tp aku takbisa....

Maafkan aku mengurung diri dengan komitmenku yang sama sekali tidak menimbulkan kebaikan bagi siapapun, kecuali diriku sendiri.
Demi Tuhan aku ingin memelukmu saat ini juga, andai kubisa...
Ingin aku menjadikan semua yang ada padaku sebagai tempatmu rebah, dalam keteduhan.
Tapi aku ini entah siapa.

Maafkan aku jika aku terus mencarimu, mu, mu dan mu...
Tik... Tik... Tik...
Sebelum Titik.

Aku ingin menangisimu selagi kubisa. Agar kau tau aku begitu mengharapkanmu. Janjiku, akan selalu kujaga...
Kumohon, jadilah lebih untukku. Please?

Aku bahagia skrg. Dengan kehidupanku yang kubuat jadi lebih sederhana. Walaupun untuk menjadikannya sederhana aku harus memangkas banyak tabungan kesabaranku dan martyr complex!

Enjoy relationship with me, untill God choose me to remark whoose mine.

1 komentar:

  1. aku tak mungkin bisa menjejalkan hatiku ini pada wanita yang ingin kunikahi,jika ia merasa terkekang atas segala yang aku tawarkan. . .

    BalasHapus