Jumat, 19 Agustus 2011

Ini merdeka! Atau ini merdeka?

Karena begitu banyak Pemuda-pemudi, Ibu-ibu, Bapak-bapak, anak-anak sekolah sampai anak-anak alay yang Update status dan ngeblog tentang kemerdekaan dengan kata-kata 'super' mereka masing-masing saya jadi tercolek untuk juga berpendapat tentang kemerdekaan Negeri saya tercinta ini. Semoga tidak hanya menyumbangkan (pendapat) wacana karena Negeri ini sudah terlalu handal dalam berwacana sampai-sampai hampir semua nama mading di sekolah-sekolah SMA yang saya tahu terinspirasi dari sana, namaya "bla bla bla wacana" hahaha! Maaf lebay.

Baiklah, mungkin yang pertama adalah saya tidak ingin munafik dengan tidak mengakui ke-skeptis-an saya terhadap (pemerintah) Indonesia, tapi lebih munafik lagi kalau saya hanya skeptis pada mereka. Jauh di dalam lubuk hati saya sebagai seorang mahasiswa, saya merasa prihatin dengan mereka. Bagaimana tidak, mereka (baca: pemerintah dan media masa) berlomba-lomba untuk membagikan hal-hal yang membuat momok Negeri ini jadi terlihat jelas di mata rakyatnya. Selain mebuat kami (rakyat) menjadi bingung, kehadiran perseteruan yang makin marak sekarang-sekarang ini juga menimbulkan efek samping yang begitu berbahaya. Kalo menurut saya, dengan begini seolah-olah mereka (baca: pemerintah dan media masa) mengajarkan rakyat supaya saling membenci satu sama lain, mengajarkan saling membuka aib di sisi manapun tanpa terkecuali. Transparansi yang kebobolan. Kebebasan jurnalisme yang aneh....
Meskipun saya akui, itu banyak memberikan saya cambukan supaya segera bebenah diri untuk kemudian mengabdi pada Indonesia! Bukannya ingin dibilang intelek dan 'mahasiswa banget' dengan banyak mengupdate berita dari televisi dan koran, saya sih biasa aja. Malah untuk menjadi freak menonton berita setiap pagi, siang dan malam? Tidak! Saya sekarang jadi tambah malas mengikuti berita semacam itu, saya lebih berpaling membaca blognya para blogger setiap pagi dan malam daripada melihat berita yang isinya kesakitan, dan pergunjingan harta Indonesia yang nggak kunjung selesai. Seperti kata Pakdhe Rovicky di Dongeng Geologi, setidaknya blogger masih meniupkan angin positive-nya karena tulisan-tulisan mereka berbau cita-cita dan optimisme, ya nggak Pakdhe?

Berbicara tentang optimisme, itu mungkin yang tidak banyak dimiliki oleh pemerintah kita saat ini. (Kenapa fokus saya kepada pemerintah ya karena disinilah figur pemimpin bangsa divisualisasikan. Tidak mungkin juga kita berbicara kebangkrutan Indonesia dan berfokus pada para pedagang di pasar. Apa sangkut-paut mereka dengan kebijakan yang membuat ekonomi Bangsa geger? Ya kannn...) Kembali pada optimisme, banyak  yang saya maksud adalah dalam segi kualitas dan kuantitas. Dalam diri seorang pejabat-pemerintah haruslah dia memiliki optimisme bahwa negeri ini akan lebih bangkit lagi dari sekarang, bukan akan bangkit kalau menurut saya sih. Bedakan antara dua kalimat itu, "lebih bangkit lagi" mengandung makna bahwa dia positive thinking pada pendahulunya yang juga telah menjalankan pemerintahan di Negeri yang saat ini (akan) dia pegang. Ini berarti ada alih kepemimpinan. Sedangkan kalimat kedua "akan bangkit" bermakna menyudutkan pihak pemerintah sebelumya karena anggapannya Negeri ini tidak 'diurusi' dengan baik oleh pendahulunya. Jika positive thinking dan optimisme ini sudah ada dalam diri pemimpin kita, lantas seberapa banyak? Banyaknya pemimpin kita yang positive thinking dan optimis, juga berapa % positive thinking dan optimisme yang dimiliki masing-masing individunya?

Merdeka, adalah sesuatu. Sesuatu yang membuat saya tidak bisa tidur nyenyak membayangkan semakin banyak teman-teman saya berjuang mati-matian untuk mendapatkan pekerjaan di B**tish Petroleum. Sesuatu yang membuat Ibu saya di PHK dari pekerjaannya beberapa tahun yang lalu disaat saya dirawat dirumah sakit karena TBC dan beberapa bulan kemudian Ayah saya juga terancam mendapat perlakuan yang sama dari sebuah PT Tekstil yang namanya sangat besar di Indonesia bahkan Amerika sana. Sesuatu yang membuat kuliah seperti kacang goreng yang dijual di gedung-gedung pencakar langit Jakarta sampai ruko-ruko pinggir jalan tapi harganya sangat mahal. Sesuatu yang membuat kota Bandung-ku tercinta selalu dipenuhi Ibu-ibu dan remaja puteri berbelanja di King's dan factory-factory outlet bonafit sekalipun tanggal tua, sekalipun jalanan macet dipenuhi mobil pelat B, sekalipun lahan parkir semakin sempit dan semakin mahal. Ini merdeka! Atau ini merdeka?

Bagiku, Ma, Pa... Merdeka adalah ketika tiba saatnya kalian tidak perlu khawatir lagi soal di manapun puterimu ini menuntut ilmu karena sekolah-sekolah di Indonesia sudah bukan sesuatu seperti kacang goreng yang dijual di gedung-gedung megah. Bagiku merdeka adalah tidak peduli siapapun kalian, Ma, Pa saya bisa mendapat pengakuan dan perlakuan yang sama dengan anak menteri di sekolah saya. Bagi saya merdeka adalah saya bisa menulis apapun di blog saya, main gitar lagu-lagu Endah N Rhesa dan makan es krim tanpa khawatir teman-teman saya akan mengejek saya kalau cita-cita saya setelah lulus dari Geologi FT Undip adalah menjadi seorang Chef, dan seorang Guru, bukan pegawai B**tish Petroleum!
Terimakasih........................................... INDONESIAKU. Aku (sangat) bangga menjadi Indonesia!

Kamis, 18 Agustus 2011

Gilang Graduation.

Tadi pagi adalah salah satu hari paling bersejarah buat hidup temanku, Gilang 'Bugil' Claresia. Sidang sarjana yang telat hampir 1 jam lamanya, dukungan supporter yang gak kalah meriah dari sidang lulusan angkatan 2007 yang pertama, Anantha 'Emon' Budi Satrya yang saya gabisa dateng karena bertepatan dengan keberangkatan mapping ke Purbalingga. Bugil, biasa kami memanggil Gilang, cerita ini mungkin cuma salah satu petikan dari cerita-cerita teman-keluarga Geologi 2007. Nggak disangka-sangka, dari putih-hitam saat PMB tadi siang Bugil udah berhasil melewati si putih-hitam buat sidang sarjana. Congrats!
Bersama Tim Penguji dan Dosen Pembimbing :)
(Pak Najib, Pak Dwiyanto, Gilang, Pak Daryo)

Ciee ciee grogiii :p


Satu per satu temen-temen mulai ngerjain TA, kolokium lantas sidang lalu diakhiri wisuda. Seneng banget deh tadi liat Bugil, tapi sedih juga karena personil yang memenuhi kampus lantai dua buat nunggu acc dengan bergerombol-gerombol itu mulai berkurang. Yang lebih sedih lagi adalah menyadari bahwa satu per satu dari kita sudah mulai 'dilepas' di dunia yang sebenernya, gada lagi kuliah sama-sama, makan di kantin dekanat sama-sama, dan bergosip nilai tiap akhir yudisium sama-sama. Personil Geologi 2007 akan segera habis! Walaupun sedari 3 smester lalu saya udah gapernah kuliah bareng anak-anak 2007 lagi, dan saya akui saya memang cenderung defensif dengan mereka, tapi dalam hati 2007 saya, saya senang sekaligus sedih. Sedih yang ga tertahan lagi! (Yhaaa nangis dehhh!)


Lengkap pasukan Cewek G7
(Dewi, Ita, Anita, Gilang, Farah, Anisa, Helna)

Beberapa hari yang lalu saya sempet ngobrol sama mbak Dian, "kok kayaknya kemarin aku masih main kucing-kucingan sama Alm.Handi sama Emon deh pas PMB, sekarang Emon udah kerja aja!" Rasa-rasanya baru beberapa hari yang lalu kita semua duduk melingkar di WP buat nge-sms Fachry karena telat datang ngumpul pra-OLTG, kayanya, kayanya, kayanya....... Semua itu keliatan jauh di belakang, tapi kenyataannya, kita masih berpijak di tangga yang sama. Belum juga beralih melewati satu anak tangga untuk jadi S1. Bugil dan Emon, selamat! Satu anak tangga dalam tahap belajar di kehidupan ini sudah kalian lewati... Kemudian akan menyusul Dewi, Ita, Ryan-Congkak, Anita-Gendut dan Heri. Saya bnyak nggak tahu nya tentang kalian, saya hanya tahu kalian adalah bagian-tidak pernah hilang-dari masa bangku kuliahku. Yang memberikan semua kesempatan untuk menceritakan hal-hal yang berbeda setiap waktunya, kalau kalian tahu, hanya dengan me-list nama kalian saja saya sudah bisa menuliskan ribuan kalimat untuk mengingatkan kalian bahwa kita punya masa-masa 'Tak tergantikan' di kampus GKB lantai 2 sampai GPS. Cerita itu tentang indah, sedih, susah, senang bersama kalian. Maaf kalau agak lebey! Hahaha
But, yes! We've launched Bugil and Emon as 1st and 2nd graduate, soon, we'll come afterward then we'll have meet in the new atmosphere within billions memory rising up. 


Tentang nulis cerita Graduation-nya anak-anak 2007, mungkin saya aja yang bakal ngelakuinnya karena pertimbangan saya bakal lulus di barisan akhir di angkatan 2007 :) well then, ini salah satu cita-citaku sebenernya. Kemarin saya sempet cerita sama mas komting buat bikin buku angkatan 2007, jadi kita kumpulin tuh semua foto-foto ajaib dan narsis nya anak-anak 2007 trus setiap graduation sampe wisuda kita liput dan kita bikin sampe anak yang terakhir lulus diwisuda. Nanti kalo semuanya udah lulus, cara kita biar kumpul lagi ya pas reuni, penyerahan buku angkatan dengan isinya yang 'before and after' hahaha. Just another freak idea, I think.
Terus saya bilang "yang ngerjain biar aku aja" gitu kata saya, karena selain lulus belakangan, saya lagi hobi aja bikin cerita ttg orang lain :) Senang berbagi ide dan inspirasi dari orang ke orang. Siapa tahu bisa menginspirasi yang lain dan yang lainnya lagi.
Well then, ini beberapa foto yang masih bisa diselamatkan oleh google. Setelah laptop pertama saya hilang, sekarang foto-foto bersama pasukan Geologi 2007 di laptop saya jadi tinggal sedikit :(

Hayoo! Masih pada ingat nggak saat-saat ini?! Yhaa, Bugilnya ketutupan :(
(Farah, Dimas, Anisa, Anita, Gilang, Dewi)
(Dewi, Anisa, Anita, Helna)
Kayanya yang ini masih jamannya 'diwajibkan' untuk Maba deh! zZzzZ


Pindahan Alm.Handi :)

Oke Bugil, maaf baru bisa di post hari ini. Kemarin aku bikin kolom stratigrafi (yg smpe skrg blm selesel) buat acc tadi siang :) Next posting adalah Sidang Dewi dan Kolokium Ryan-congkak! InsyaAllah...

Selasa, 16 Agustus 2011

~ balada patah hati ~

Sebenernya ini semua gara-gara saya sendiri yang 'terlalu' gak ada kerjaan ngeliatin TL tadi malem :( Since I ever mention him as my ex boyfriend, to keep knowing each other well as friends, it's cooling down and make the relationship still. What If I knew you, there with your new girlfriend and I did look her as good, correct and suits you! Mungkin dengan tahu kamu di sana sudah baik-baik saja saya senang. Tapi dengan oranglain? Tidak juga. Ahh saya cuma ingin bilang:

saya patah hati (lagi) sama kamu! my beautiful disaster.

Senin, 15 Agustus 2011

Quotations.

Setelah membaca dan terkesima dengan beberapa komentar adik-adik tingkat yang dengan sukarela membaca blog saya yang agak simpang siur ini (hehe) saya jadi merasa dicolek, dicubit dan diingatkan untuk mendominasi diri saya sendiri sebagai apa yang saya katakan dalam tulisan saya ini. Belakangan saya banyak merasa terisnpirasi oleh orang-orang di sekitar saya, oleh lingkungan yang setiap hari saya tinggali. Hasilnya adalah celetukan-celetukan innocent yang sebenarnya lebih tepat saya ucapkan dengan lantang sambil menghadap cermin! Kata-kata yang menginspirasi untuk diri saya sendiri, karena mungkin sampai sekarang saya punya inspirasi triliunan (percaya nggak percaya, orang-orang pribumi Indonesia yang katanya kelas 'lumut' saja bisa bisa menginspirasi saya, sebenarnya Negeri ini hebat. Luar biasa!) tapi motivasi saya yang pasang-surut. Mempertahankan sesuatu itu jauh lebih sulit ketimbang mendapatkannya, menurut saya.

Ahhh... Sekalian saja saya mention beberapa dari triliunan kalimat-kalimat yang menginspirasi saya.

Andrea Hirata, untuk buku-bukumu yang selalu tidak pernah bosan kubaca berulang kali. Untuk kalimat-kalimat magis yang terusssss membuat dengkul saya lemes setelah membacanya! "Jangan pernah takut bermimpi, karena Tuhan akan memeluk mimpimu." (Arai, Sang Pemimpi.)

Dari Adiknya mas Albab, Halim Muhammad Husain. "Genius is person who can make everything simple - Genius adalah orang yang bisa membuat segalanya jadi simpel."

Iyan Nurdiansyah, untuk contoh, roll model bagaimana menjadi maha-siswa sebenarnya. Kamu mungkin tidak sadar dan tidak pernah berniat mengajariku :) tapi Iya! Saya teri(ya)npiring by you! "Ajeg dalam pendirian. Dia biarkan angin datang dari segala penjuru masuk lewat jendelanya, namun tidak membuat tiang-tiang keyakinannya runtuh terterpa.”

Dari Kakak sekaligus sahabat yang walopun jarang ngobrol tapi intensitas kedekatan yang nggak pernah berkurang setiap saat, Agung 'Pavel' wahid. "Mimpi = Ide + fokus!"

Dari Mas Albab, teman, sahabat, kakak, musuh, yang saya nggak pernah bisa nutupin rahasia darinya. "Sederhana. Itu salah satu sifat Rasulullah yang sering kita lupa terapkan dalam hidup kita."

Prastina Dwi Utami dengan kata-kata magis yang selalu bisa menenteramkan hati kapanpun dimanapun. Dengan sederhananya menjadi wanita paling sabar yang menginspirasiku untuk selalu bangkit dan positive thinking! "Terimakasih untuk setiap tangan yang nyata, setiap doa tulus yang saya tahu terlantunkan dari hati."

Dari Sahabat, kakak yang juga Ayah kandung saya, Musri Pandelisman Goemay. "Cantikmu itu tidak perlu diperlihatkan. Biarkan kamu tidak secantik mereka yang penting Allah Mahatau."

Dari Wanita paling tegar dan kuat sepanjang sejarah hidupku Nuriah Andriyati, Ibu yang paling kusayangi yang tidak pernah memberikan kata-kata mutiara sebagus Ayah dan sahabat-sahabatku, inspirasi yang datang langsung ketika saya memandangmu, ketika memeluk dan menciummu. Tidak ada inspirasi yang lebih besar memotivasiku selain peluk cium dan suaramu yang menenagkan. Mama, juara satu! Semoga Allah selalu melimpahkan mama dengan kasih sayang-Nya. Amiin.

Minggu, 14 Agustus 2011

Inspire(ing).

Eeh saya udah pernah cerita belum ya kalo saya beberapa bulan ini punya kegiatan baru diluar kuliah dan poker competition? Saya menjadi salah satu anggota 'part-timers' Multicinemax Home Video Rental di daerah Ngesrep Tembalang. Bukan karena kurang uang jajan atau kurang kerjaan, tapi karena kecintaan saya sama film. Keterima kerja di situ sih emang bonus dari iseng-iseng sih... Jadi saya kan setiap kamis pasti nyempetin ke Home Video Rental macem MC (Multi Cinemax) yang jenisnya bnyak di Tembalang, maklumlah di kamar gada Tv, jadi hiburannya ya cuma nonton DVD tiap weekend. Nah pada suatu kamis di bulan april ya kalo gak salah.. Saya iseng-iseng aja nanya, apakah pengumuman yang dulu ditempel di depan pintu MC tentang lowongan karyawan part time cewek itu udah terisi atau belum. Eeh ternyata orang yang ngisi itu kemarin udah lulus dan signout dari Tembalang a.k.a tempat itu sekarang kosong. Terus si Mas nya minta nomer Hp saya dan nawarin saya part time di situ. Jumat depannya saya langsung kerja, tanpa CV tanpa surat lamaran! :D

Nahhhh... Tadi sewaktu saya di MC dan gada pelanggan, saya sempetin berselancar ria dengan laptop yang dibawa dengan niat nyelesein peta. Eeh, ga sengaja nemu blognya temen SMA saya Iyan Nurdiansyah, dia baru aja lulus dari Teknik Sipil ITB. Since I ever mention this guy on this blog, he still inspiring me until now! Saya terkesima dengan kesabaran dan perjuangan dia untuk bisa sampai pada masa sekarang. Dia bilang di salah satu tulisan nya bahwa setelah sidang S1 nya dia, dia telah berhasil menempuh satu anak tangga dalam kehidupannya. Sederhana. Cukup seperti itu dia menggambarkannya, tapi arti di dalamnya sungguh mewah. Begitu dalam, kalau menurut saya. Kebanyakan orang dapat meraih sesuatu yang baik, Increasing kalau bahasa Inggrisnya, tapi untuk konsisten, bertahan, itu yang lebih sulit. Untuk tetap on the track di saat jaman sudah bertransformasi di segala elemennya. Kalau kata anak Geologi, saat zaman sudah mengalami anastomosing. (Anastomosing itu sungai yang berkelok-kelok pada akhirnya bergeser dan bertemu kembali di satu titik.)
Saya lihat, (sepertinya) temen saya ini adalah salah satunya yang masih setia di jalan yang dia pegang. Kalau saya denger Iyan sudah keterima kerja di PT. Pertamina Geothermal itu no wonder lahh, dari dulu emang garis mukanya Iyan itu sudah kelihatan bakal jadi 'seseorang'. Amiin. Hehehe Iyan, temen-temen helna di Undip aja tau Iyan lohh!

Apa yang ingin saya tulis sebenernya adalah saat seseorang mulai bermimpi, jangan hanya berani bermimpi kemudian tidur terlelap lagi. Bangun, lalu jadikan mimpimu kenyataan! Dan ini juga yang seharusnya dari dulu saya laukan sama diri saya sendiri, (seperti kata buku Chicken Soup for The College) untuk menggantungkan cita-cita saya setinggi langit, tidak perlu takut jatuh, kalaupun jatuh setidaknya kita masih bisa berpegangan pada bintang-bintang. Ada lagi quotation yang bagus dari kakak, sahabat, teman saya Agung 'Pavel' Wahid kalau Mimpi = Ide + Fokus! Kalau menurut helna sendiri Mimpi = Usaha x Do'a!

Sabtu, 13 Agustus 2011

Bismilahirrohmanirrohim... Cumlaude: harga mati!

Ada enaknya ada enggaknya kalo lagi nggak solat. Kaya sekarang, enaknya bisa makan kapanpun dan nerusin pekerjaan apapun walaupun adzan udah berkumandang... Gaenaknya yaaa itu, biasanya solat itu waktu istirahat saya, sekalian refresh otak dan hati :D
Ngomong-ngomong tentang makan... Saya kemarin habis makan sama si kribo, tengah hari bolong di bulan puasa gini. Inspirasi itu bisa datang kapan aja, di mana saja dan dari siapa saja. Saya mengalami hari-hari penuh inspirasi di minggu-minggu ini. Inspirasi ngerjain peta dan inspirasi nulis. Termasuk kemarin, inspirasi baru dalam kasus akademis, kuliah, lulus dan seterusnya.
Inspirasi ini gak lebih sebagai bayangan... Dari hantu masa depan, yang bertransformasi menjadi sebuah impian. Waktu lagi makan kemarin itu kribo cerita kalau IP nya semester ini batal 3,00 karena Teknik Komunikasi Geologinya dapet C. Yeah, dia sangat berharap semester ini gak ngecewain ortunya di tangerang, katanya "delapan smester na, IP gapernah 3 coba" kalau saya bukan temennya, pasti saya udah bilang "SO WHAT?" hahaha Gabisa dongg, walaupun dalam kamus helna, IP bukanlah nilai akhir, tapi tetap aja dicurhatin gitu jadi galau pengen jawab apa.
Lah dia emang suka males kok! Saya bilang ajaaaa (karena saya temennya) "makanya males aja terus biar IP gapernah 3" marah marah dehh, sukur kalo jadi mikir kan yaa?!

Trus saya cerita aja tentang kebiasaan saya kalo lagi males atau frustasi pasti saya larinya ke mama-papa saya. Sms atau telepon, dan pasti saya dapet setruman energi lagi untuk bangkit dari malas! Dan kenapa saya gabisa mengecewakan mama-papa saya dengan menyia-nyiakan kesempatan kuliah ini, selain karena jika saya lulus nanti saya akan jadi sarjana pertama di keluarga saya, juga karena mereka sudah seperti teman dekat saya. Hal-hal kecil tentang taksir-taksiran cowok aja saya ceritain kok mereka... Rasanya gak mungkin banget saya harus 'menghianati' sahabat saya, yang orang itu adalah mama-papa saya sendiri. Lha dia malah cerita kalau Ibu-Bapaknya ya santai aja wong anak-anaknya semua cowok. Lha bukan berarti nyantai itu mereka gak 'berharap' sama kamu lohh ya. Meskipun mereka gak bilang kan tapi tetep aja egois kalau sampe di biayai penuh buat kuliah tapi kitanya malah males-malesan, ya meskipun itu emang kewajiban orangtua, tapi kan sebagai anak juga kita diwajibkan untuk menghormati mereka. Setiap air mata Ibu yang menetes saat berdoa, setiap tetes keringat bapak saat bekerja, itu juga harus kita hargai dan hormati kan?!

Setelah dirumah saya jadi berpikir....
Saya bukan tipe mahasiswa yang mengejar IPK dan hasil akhir. Setiap saya memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi sejak SD sampai sekarang, papah selalu mengatakan, "nilai rapor itu bukan apa-apa, sekolah itu untuk mendewasakan dirimu, bukan menilai diri" Saya sangat setuju dengan kata papa! Benar kok, hanya dengan sekolah tinggi, itu tidak menjadikan seorang manusia pantas dinilai. Nilai itu tidak lahir dari bangku sekolah dan kuliah... Tapi lebih dari itu, maturity, dan sikap. Oleh karena itu, setiap tahap pendidikan bagi saya adalah babak baru dalam belajar, apakah itu akan kita akhiri penilaian atau dengan pemikiran dan sikap yang dewasa (dewasa dekat dengan bijaksana). Saya selalu memilih point kedua. Mengakhirinya dengan sikap seorang yang intelek. Memengang teguh idealisme. Yang saya rasakan sekarang adalah, mungkin ini yang menyebabkan saya adalah siswa-mahasiswa yang biasa-biasa saja... Cukup juara umum satu kali saja, masuk kelas unggulan, terpilih menjadi duta kesenian sekolah dan mewakili sekolah dalam olimpiade biologi yang hanya lolos sampai propinsi, tiga kali juara LKTI yang setelah masuk bangku kuliah minat menulis paper menjadi seperti 'menakutkan'. Ahhh dengan itupun saya sudah cukup senang atas diri saya. Tapi....

Tapi saya merasa papa-mama saya berhak untuk mendapatkan lebih dari keceriaan itu. Dulu waktu masi TQA dan TPA, siapa yang nggak tau Anna (nama kecil saya) yang juara lomba puisi dimana-mana! Nggak sampe nasional sih, soalnya umurnya belum 9 tahun waktu itu. Dan sekarang? Saya seperti mahasiswa biasa. Oke saya tahu akan ada yang mengutuk saya karena menulis ini. Seorang mahasiswa tidak pernah menjadi 'biasa saja' dan iyaaaaa... itu bagi siapa yang sadar dan berjuang untuk itu. Bagi saya, di mana saya berada sekarang, saya adalah jauhhh dari saya yang dulu. Dengan semua idealisme yang perlahan menurun grafiknya. Saya masih tidak merasa bersalah akan itu, sebab saya masih dalam paradigma bahwa 'nilai' dan hasil akhir tidak lebih penting dari proses. Kemudian seseorang memberitahu saya bahwa bagaimana kamu dapat melihat proses itu berjalan lancar atau tidak jika bukan dari hasilnya. Memang Newton adalah seorang ilmuan yang pandai berbahasa hati! Hahaha

Saya begitu suka dengan hukum Newton tentang gerak yang menjadi dasar dari mekanika klasik. Bagi saya fisika itu nyata. Senyata hidup itu sendiri. Hukum-hukum dalam fisika itu sangat filsafat sekali di kehidupan manusia... Ini contoh yang paling saya sukai.
Hukum gerak Newton:
1. Setiap benda akan memiliki kecepatan yang konstan kecuali ada gaya yang resultannya tidak nol bekerja pada benda tersebut. Seperti manusia, Motionless then u get nothing. Jika manusia tidak melakukan apa-apa niscaya tidak ada yang dia dapatkan...

2. Sebuah benda dengan massa M mengalami gaya resultan sebesar F akan mengalami percepatan a yang arahnya sama dengan arah gaya, dan besarnya berbanding lurus terhadap F dan berbanding terbalik terhadap M, atau F=Ma.
Kalo menurut saya, artinya adalah kita akan mendapatkan hasil yang nilainya sama tergantung dari usaha kita masing-masing! :D Hasil = Proses dikalikan dengan doa. (Kalo kata saya...)

3. Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda kedua maka benda kedua tersebut mengerjakan juga gaya pada benda pertama, yang besar gayanya = gaya yang diterima tetapi berlawanan arah. Yapp... Setiap perbuatan apapun di dunia ini, pasti akan mendapatkan balsannya yang setimpal. Sesuai dengan janji Allah dalam Qur'an surat Az-Zalzalah(99) ayat 7-8.
“Barang siapa berbuat kebajikan walau sebiji zarah, dia akan mendapatkan balasannya. Dan barang siapa yang berbuat keburukan walau sebiji zarah, dia akan melihatnya pula.”

Tuh kannn....
Sejak saat itu juga, mungkin terlalu naif... Tapi tidak ada yang salah dengan niat untuk memberikan kado kelulusan untuk mama-papa dengan tidak berlama-lama menunggu yudisium saat upacara wisuda, dengan cara mendapatkan hasil cumlaude. IPK saya masih jauh dari cumlaude, tapi kembali lagi pada niatnya, bukan untuk mengejar pencitraan dan nilai... InsyaAllah hanya sebagai penghargaan atas usaha mereka menyekolahkan puteri bungsunya, dirantau, dengan segala cobaan sakit saya setahun yang menelan biaya tidak sedikit, resiko gagal mendidik karena dirantau adalah bebas sebagai anak yang mandiri untuk menjadi sarjana pertama di keluarga. Ya.. Kado untuk mama-papaku yang juara satu! Saya niatkan dengan menyebut nama Tuhanku yang Maha Mengabulkan Doa hambanya... Bismillahirrohmanirrohim... Cumlaude: harga mati!

Catetan harian.

Hari ini batal malam mingguan di jogja! Halahh... another freak date with Inga Kharisma dan Henri 'kribo' Kusmayadi yang batal gara-gara yang bagun pagi cuma inga. Tumben banget! Iya, soalnya dari semalem saya lembur, lembur nonton film maksudnya. Hihihi
Mentang-mentang lagi gak puasa terus habis ngerampok HDD ex nya kribo terus buka mata hati dan telinga remedial transfoemer 1, 2 dan 3! Lanjut nonton fil korea "I am Sam" rekomendasi dari saudara kribo. Parahhh, badan gede serem tontonan korea tok!

Trus lanjut mrngumpulkan niat mandi, belanja buat makan malem dan lanjut nonton lagi.
Sekarang jam 16.00 dan saya belum mandi sore. Well then, sekian blogging hari (sore) ini, InsyaAllah bertemu lagi dengan saya di malam hari setelah mandi, suntik dan malem minggu freak with bujang-bujang lapuk! :D