Tampilkan postingan dengan label PuisiPuisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PuisiPuisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 September 2013

Aggravitation.

No matter where life takes me, I'm affraid to pray for die, because people will die anyway.. But now, I dont know what to pray for, I just lost..

As I look into me searching for aggravitation, I found you in the pouring rain. Standing gently with an umbrella you take me into an adagio, a song that I've never been palying before.
You are my frienemies, my distraction, my blanket, could you help me?
Because before I die, I wanna show  my ancestor that I could raise my melody in adagio with you, my aggravitation, clearly at peace.
Because before I die, I wanna thank God for giving me clues to you, my aggravitation...
For giving me you, and my powerless life to be grateful to. So that I cannot be regret and give up for my unpredictable ages....

Hfp, 2013.

Senin, 28 Februari 2011

I'd always love the rain.


I'd always love rain. They are peaceful.
Maybe sometime you see them vicious like a storm, but if you see in the other side, they are beautiful, just the way they are.

I'd always love my time writing while enjoying the rain.
Positively, they gave me rhythm and passion to live normally...
Fall and flow, drizzle or downpour, just like them.

I'd always love the rain, but I'd never hate summer.
I'd always knew that they will always come, just the way they are. Just like you, you always came... On your own way, just the way you are.



Jumat, 11 Februari 2011

Puisi patah hati

Where's the take taking? Where's the cure curing? Where's my love loving... ?
Should I heal you, cure you, love you? Even just for one day?

Darling I used to think everything is okay, but actually everything is absolutely isn't okay...

Selasa, 08 Februari 2011

Cahaya bulan.

Erros feat okta
ost GIE


perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa matahari terbit menghangatkan bumi
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
   aku orang malam yg membicarakan terang
   aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang

perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya nyali besar mencuat runtuhkan bahaya
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi

   aku orang malam yg membicarakan terang
   aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang

reff: cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tau dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati

terangi dengan cinta di gelapku
ketakutan melumpukanku
terangi dengan cinta di sesatku
dimana jawaban itu

repeat reff

Minggu, 08 Agustus 2010

Nadir. [piringan hitam]


Dan ini kurasakan lebih pahit dari biasanya.
Menikamku sangat. Hingga ku tak lagi dapat merasakan letupan-letupan rindu itu.
Aku sakau! Akan kamu.
Dan kamu tak berbuat apa2 untukku.
Mungkin kamu benci. Muak. Dan bahkan tidak tahu sama sekali. Aku rasa.

Kini aku tinggal menghitung banyak cinta yang terdeformasi.
Menyenangkan mengetahui kamu bahagia di sana.
Terimakasih untuk waktu pendek yang sangat menyenangkan kemarin siang.
Dan kamu akan tahu ketika ubahannya tersingkap ke permukaan, terdeformasi (lagi) hingga menimbulkan efek yang sangat memukau di alam.
Kata film Shawshank Redemption, "Geology it's talking about time and pressure"
Dan kamu, adalah stimulan terakurat buat tubuhku. 
Itulah aku, yang sekarang: masih tetap gadis kecilmu yang manja, suka berkomentar dan mengarang cerita-cerita kekanak-anakan, hanya saja sedikit lebih dewasa sekarang.

Dan aku bukan seniman, bukan penyair, bukan malaikat, ratu atau dewi.
Pertanyaan klasik: Mengapa tidak ada kesempatan untukku?
Kamu seperti lukisan hujanku di sore hari. Gerimis yang tidak perlu membuatku sulit menggambar rintik-rintik airnya. Gerimis yang tidak perlu berpayung diri untuk berlari mengejarmu. Aku sayang kamu!

Dan aku hanya ingin memelukmu. Katakan aku cinta, dan kamu membalasnya, sama.
(Andai itu nyata...)

Ingin aku curi senyumanmu yang kemarin.
Ingin aku curi hatimu (lagi).
Iya, dan aku memilihmu di antara nya, dan nya yang lebih sempurna sepertinya.
Tapi sayang, kamu tak mau tahu.

Kini aku tinggal menghitung banyak cinta yang terdeformasi.
Menyenangkan mengetahui kamu bahagia di sana.
Dan aku sekarang sedang merekamnya, memindainya ke dalam piringan hitam yang suatu saat nanti akan aku putar lagi untuk ku mengenangmu. Mengenang boneka sapi, mawar, sundae ice cream, banyak cokelat, Pee wee new beetle dan rumah jepang dalam khayalan kita.  Terimakasiih.
Selamat bahagia.

Buat : (titik -titik)

Senin, 02 Agustus 2010

Space in.

"Who controls the past control the future.
Who controls the present control the past"
-George Orwen-

I don't want to waste the time to figureout. Then why you playing this game?
I don't want to hear anybody's agai. But why you go so far away?

I never knew what I would space in. But I knew what space will missed in...
I found you. Just stay...?

Pesan dari Bintang

As I soar my gaze to the depth of your eyes. I feel like flying up in the infinite blue, climbing the rainbow, crossing the clouds...
I feeling soft blew up the wind within my face. The ticker of a gentle light tickling my very soul, then I discover what I found...
a precious star!
Twinkling, brightly, softly, as if a hand reached of me, taking me out of this world that full of graces and lies!
There, in your precious star, I found an answer, an endless truth. I feel the warmth nestling in, this wish from the sky is coming to me,
and the beauty of what's in you.

Sitta Karina,
Pesan Bintang.

Minggu, 18 Juli 2010

Atas nama rindu yang keterlaluan : helnariong

Apa yang salah denganku?
Aku ini memenjara diriku, hatiku, tapi tidak pikiranku. Kubilang aku tidak ingin merasakan cinta (lagi) sebelum menikah. Dan aku akan berkomitmen dengan itu!
Tapi saat ini juga, segala dingin itu menembus ke dalam logika nalarku. Segala yang aku ubah demi kesucian yang tak mungkin lagi seorang manusia macamku punya. Segala pedih itu yang menyayat sepertiga ubun-ubunku sampai kuingin muntah bila memikirkannya...

Dan memang aku muak!
I hate my self.

I'm selfish. . Aren't I ?

Saat ini juga aku merasa getir itu kembali lagi. Di saat aku terpenjara dengan teka-teki yang kubuat sendiri macam air yang kutuang untuk kuminum sendiri. Macam-macam saja!
Macam-macam rasa yang getir dan memuakkan itu menjadi satu, harus kucium baunya dan kuminum sendiri krn aku yang membuatnya, aku yang menuangkannya, dan harus aku yang meminumnya, menelannya sampai meluncur di ternggorokanku an melesat ke hati.

Kemarin aku berkata sedemikian lugas. Macam seorang anggota Dewan yang  tehormat memaparkan Visi-Misinya pd rakyat yang setia mendengarkan obral janji, walau tak tahu apa yang dijanjikan, dan akan-tidaknya ditepati. Aku saat ini juga berwajah tegar, sekaligus polos...

Saat ini juga aku bersikap (sok) dewasa sekaligus lugu.
Saat ini juga, atas nama rindu yang keterlaluan, aku meneteskan air mataku!


Aku rindu.
Yang teramat sangat, padamu.
Tp aku takbisa....

Maafkan aku mengurung diri dengan komitmenku yang sama sekali tidak menimbulkan kebaikan bagi siapapun, kecuali diriku sendiri.
Demi Tuhan aku ingin memelukmu saat ini juga, andai kubisa...
Ingin aku menjadikan semua yang ada padaku sebagai tempatmu rebah, dalam keteduhan.
Tapi aku ini entah siapa.

Maafkan aku jika aku terus mencarimu, mu, mu dan mu...
Tik... Tik... Tik...
Sebelum Titik.

Aku ingin menangisimu selagi kubisa. Agar kau tau aku begitu mengharapkanmu. Janjiku, akan selalu kujaga...
Kumohon, jadilah lebih untukku. Please?

Aku bahagia skrg. Dengan kehidupanku yang kubuat jadi lebih sederhana. Walaupun untuk menjadikannya sederhana aku harus memangkas banyak tabungan kesabaranku dan martyr complex!

Enjoy relationship with me, untill God choose me to remark whoose mine.

Selasa, 19 Januari 2010

Selasa, 19 Januari 2010

Aku sedang mendulang rindu-rindu getir..
Kisi-kisi indah yang kini hampir setiap saat menyejukkanku dengan caranya sendiri.
Rindu-rindu yang indah. Walau kadang menjengkelkan!

Seseorang bertanya padaku: "Apakah kamu tahu, kenapa waktu adalah sebuah dimensi, bukan variabel?"
Saya jawab: "Tidak."
Karena pada saat itu juga saya tidak dapat menjelaskan waktu.
Variabel tidak tetap yang pasti.
Dimensi kosong yang memiliki ruang.
Waktu sama dengan ruang kosong yang unstabil tapi pasti. Kepastian yang kosong dan tidak tetap.
Seperti apa kita memandang waktu, itulah waktu...

Andai bisa saya menggenggam waktu. Akan saya curi hatimu...
Rebah dipangkuanmu, menjadi milikmu satu...
Jadi penyejuk bagimu.
Tulus, setulus waktu berjalan setiap saat. Detik berjalan untuk menit, kemudian jam, kemudian hari, bulan, tahun, beribu tahun...

Karena tidak, maka genggam saja hatiku. Semoga kau bisa menggenggam hidupku-seluruh waktuku- kelak...