Minggu, 07 Agustus 2011

Hey kamu!

Sementara ini masi tetap kamu yang memberikan stimulasi terbanyak dalam kerja otakku. Tapi sayang, stimulasi itu bentuknya adalah kecanduan. Kecanduan tidak mengerjakan apapun saat saya ingat kamu, atau saat kita ngobrol. Padahal sudah saya deklarasikan dengan diri saya sendiri bahwa saya sudah tidak ingin memelihara perasaan saya sama kamu. Hanya untuk diingat saja, dalam kenangan dan lucu-lucuan. Tapi kemarin, saya gabisa bohong sama diri saya sendiri kalau kamu, kamu, dan kamu, yang membuat nalarku terombang-ambing antara kesal, perasaan senang, dan logika yang menyangkal. Hanya dengan melihat timeline dan notifikasi saya bisa senyam senyum sendiri. What a freak!
Saya katakan pada si A, B dan C bahwa kamu tidak tahu (menurutku) dan saya juga tidak berniat menunjukkannya apalagi terang-terangan bilang. I said so, saya sedang menikmati masa-masa sendiri. Lebih mendewasakan diri sebelum kembali menjalin hubungan, entah itu pacaran, atau PDKT sekalipun. Karena yang sudah-sudah, entah karena timing yang nggak pas, saya yang terlalu kekanak-anakan, faktor ego atau bisa ketiganya, semuanya jadi kacau, hambar dan nggak mengasyikan! Tapi memang walaupun saya sedang tidak ingin menjalin sesuatu dengan siapapun, hati gabisa bohong. Naksir yaa naksir aja, dengan orang lama sekalipun! 

By the way, inspiring by my little brother... (Sebenernya kalo boleh dibilang, Mikk itu bukan adik biasa sihh. Kadang malah dia yang jadi kakak saya, nasehatin saya.) Suka dan bahkan mulai sayang sama adik tingkat, masih kasus yang sama dengan pacar pertamanya yang beda agama. Nalar itu bisa dibolak-balik dengan mudahnya, tapi hati nggak. Yang Maha membolak-balikan hati hanya Allah, sedangkan manusia suka membolak-balikan nalar demi mencukupi kata hatinya, ego nya... Ketika kamu mencampur adukkan masalah hati, cinta, dengan agama (Tuhan) maka ujungnnya niscaya gakan ketemu. Tapi pelajaran yang bisa diambil dari sana luar biasa mewah! Kesabaran, kedewasaan dan untuk yang benar-benar bisa belajar dari itu hanyalah orang-orang yang luar biasa, bahwa Tuhan tidak pernah kekurangan cara dan alasan untuk 'meletakkan' cinta pada hamba-Nya, yang seringkali cara dan alasan itu sangat misterius menurut manusia. Berserah diri sama Tuhan, mikk! Perasaan itu bisa di maintain sama doa kok. :)

Dan iya, Tuhan bekerja secara misterius!
'meletakkan' cinta pada setiap manusia, yang terserah si manusia ingin mengikutinya dengan hati atau dengan nalar, lantas memeliharanya dengan hati atau dengan nalar juga. Semua itu sudah 'available' dari Tuhan, sudah satu paket, hati dan pikiran, rasa dan nalar, jiwa dan raga, sehat dan sakit, manusia dan cinta...

Tahukah saat ini yang paling ingin saya rasakan? Saya ingin jatuh cinta pada Allah...
Dia Yang Maha Membolak-balikan hati dan pikiran, agar saya tidak menjadi manusia yang terlalu perasa, juga tidak merajakan logika dalam urusan-urusan dunia. Saya ingin jatuh cinta, se-jatuh cinta-jatuh cintanya pada Allah... Agar hati saya tidak mudah dikuasai oleh cinta pada manusia, pada dunia. :)

Sabtu, 06 Agustus 2011

Cerita Mapping Serayu Utara 2011 part Bobotsari - Purbalingga

Dari dulu gapernah berhasil post ini, size gambarnya kegedean dan rasa malas saya yang sama gedenya juga. Hehehehe
Akhirnya setelah beberapa minggu yang melelahkan karena data processing Mapping Serayu Utara 2011, saya masih tetap rindu sama teman-teman basecamp yang masyaAllah gokilnya, sama Bapak-Ibu Juremi atas keramahan dan masakannya pagi, siang, sore... Tak lupa klrg. Bapak Surono untuk tempat tinggalnya yang homey banget. Sayang foto bersama keluarga Bapak Surono, Ibu-Bapak Juremi gabs di upload di sini karena masih tersimpan di kamera temen saya yang hobinya ngilang sedari masih di lapangan.
Beberapa foto ini di ambil di lapangan, di basecamp dan saat perjalanan pulang di kaki gunung Sumbing, Wonosobo. I really miss you guys, the happy-mapping-family! :`(

Nikko, Owen, Reza, Me and Afif.

Eeh ada Jimbot a.k.a Jin Mbotol hehehe

Me and Syahnazaina (Sassa) the room-mate.

Kaki G.Sumbing, Wonosobo
(Owen, Kribo, Reza, Me, Jaja and Niko, Photograph by Sassa)

Kaki Bukit Lawet, Airnya hijau bagus banget!!
(Agung 'pavel' Wahid dan Reza perjalanan menuju pengukuran kekar)
And Finally, Me and My mapping-mate A.H. Reza Pradana.
Terimakasih Eja, atas pertemanan, obrolan, guide yang sangat antusiatif, save mapping dan hiburan saat aku 'galau'. Ahaha aku masi inget aja kamu bilang "mbak, cantik deh!" pas aku lagi bad mood banget di lapangan. Aku gatau ya itu niat kamu bikin aku GR, kamu becandain aku supaya seneng lagi atau emang beneran aku emang cantik menurutmu :p
Dan setelah 11 hari bareng-bareng di lapangan, di basecamp, di jalan ke purwokerto, di jalan pergi-pulang, semuanya memorable bangett. Obrolan-obrolan kecil, obrolan tentang HM sampai obrolan berat tentang ibu rumah tangga dan seluk beluk kehidupan di mata kita masing-masing, jangan heran kalo habis itu aku jadi ketagihan ngobrol sama kamu, tapi sayangnya kamu bener-bener orang sibuk ya! ckckck
This is it...
Reza and Me...
Terimaksih -banyak- semua atas kerjasamanya, mapping yang cuma 11 hari tapi memorable bangetttt!
Really miss u, guys...
:`(

Jumat, 05 Agustus 2011

Dear Florist.

Seumpama saja saya adalah seseorang yang bebas berbicara apapun pada siapapun. Hal-hal baik tentunya, pasti sudah saya lakukan. Demi melihat kamu bahagia di sana, mungkin itu sudah sangat cukup. Tapi bahagia dengan orang lain? Itu mungkin tidak.
Nah... Sekarang posisi saya adalah seseorang yang menutupi perasaan saya sendiri supaya kamu tidak tahu kalau sebenarnya saya 'masih belum selesai' dengan kamu. Dengan semua perbedaan ini dan itu, dengan kamu yang tidak tahu kalau saya suka, dan saya yang memang tidak berniat menunjukannya. Ya... Kamu dan saya itu, kalaupun terjadi pasti akan bikin heboh dunia persilatan! Dan sebenernya, kesempatan untuk terjadi itu sangat nihil pada diri kamu.


Kata orang, bunga itu bisa jadi tanda cinta dan masalah. Masalah lah kalo ngasih bunga ke pacar orang...
Hahaha

Saya suka bunga. Dulu mantan pacar saya sering ngasih saya bunga. Bunga mawar...
Yang dia nggak tau, saya sukanya sama bunga melati, bukan mawar. Dan yang tahu saya suka banget sama melati itu cuma alm.Handi :D.
Walaupun saya gak begitu suka bunga mawar, tapi seneng aja kalo ada yang ngasih bunga. Seneng karena dengan ngasih bunga, berarti dia nganggep kita perempuan dewasa (Apa iya?) ingat, bukan tanda cinta kalo bagi saya. Jadi kalau ada cowok yang ngasih buku atau bunga ke cewek, itu tandanya dia menghargai kita sebagai perempuan dewasa, kalo buku, kalo menurut saya, si cowok melihat kita sebagai cewek yang cerdas. Nah kalo kata temen saya, kalo cowok ngasih boneka itu tandanya mentok ga ada ide lagi mau ngasih apaan, yang gampang-gampang aja dehh. Kalo kata saya sih, no offense yaa, cowok kalo ngasih boneka ke cewek itu tandanya manjain ceweknya sama hal-hal yang kekanak-anakan. Secara nggak langsung si cowok ngajarin ceweknya biar jadi 'my little girl' terus... Bodo amat mau ceweknya umur 20, 21 atau 25 kalo ngasih boneka tanpa diminta ceweknya dulu berarti there is something wrong. Itu kan kalo kata saya... Ya kalo udah terlanjur dikasih, masa mau ditolak? Atau bilang "iiuuh nggak banget deh ngasih boneka!" masa tega gitu bilang kaya tadi. Cewek yang bilang gitu pas dikasih boneka sama cowoknya lebih gila lagi brarti.

Oya, tentang florist.
Tadi sore saya nganter temen beli bunga buat temen cewekku yang ulangtahun besok. Lucuuuu bgt... Gatau deh bunga tanda sahabat atau tanda hati. Yang saya tahu sampai sekarang, setiap saya bertemu dengan bunga, ngeliat bunga, bayangan saya langsung menuju satu hal:  Mr. Right! Ahhhh. Dan kalau ngeliat cowok-cowok ngebeliin bunga buat temen ceweknya, entah pacar atau cuma sahabat, dalam buket bunga favorite si cewek yang besar-besar, saya jadi kebayang aja besok pacar saya kalo mau ngasih bunga kesukaan saya kayak apa yaa? Bunga kesukaan saya melati. Lah melati dijadiin buket gimana cerita?! xixixi

Ngomong-ngomong tentang bunga, saya udah lama banget ga punya bunga di kamar. Selain krn gada yang ngasih, saya nya juga nggak beli soalnya jauhh kalo mau beli harus ke bawah. Dan kasian amat yak saking gada yang nagsih bunga, sampe harus beli sendiri. hahahaha

Rabu, 03 Agustus 2011

I am not.

Not because the thing we passed. Not because you and me is different. Is just because of I'm not that girl who want to loving you within a sickness, within a freak jealous.
I do love you, and you should know that. Now, you see me with a different eyes, with a different prospect. And I just want to passed all with pleasure...

Sorry if it seems to be a hardest part to tell you.

I'm not the girl you've been looking for these years.
I'm not that girl who you should love. I'm not the same girl you loved 3 years ago.
I'm just not.

Tolonglah, siapapun, kembalikan semangat saya utk menulis lagi!!!!

Kata temenku, mahasiswa calon S1 gak sepantasnya memperlihatkan bahwa dirinya sedang mengalami tekanan batin akibat masalah percintaan. Katanya amat "tidak dewasa dan intelek" hahaha!
Kata temenku lagi, kalau lg 'galau' bahasa kerennyaa, hang-out sama temen2 kek, nonton harpot kek, baca novel kek, atau cari pelampiasan. ckckck
Kalau kata saya, memang nggak intelek bgt ya mahasiswa, yang katanya tonggak penerus bangsa mengkategorikan dirinya sebagai 'seleb' yang masalah pribadinya bisa diekspos di twitter atau facebook dengan mudahnya. Itu menjadikan dirinya terkenal krn disengaja oleh hal-hal yg tidak patut dibanggakan. Tapi sah-sah aja kali ya kalo di situs jejaring sosial itu dia curhat atau mengindikasikan sesuatu sama temen2 nya, (only a little) dengan kalimat yang nggak mengumbar. Karenakan yg namanya dunia udah global, udah bebas skrg memungkinkan apa saja dilakukan via jejaring sosial, nggak mesti gosip atau curhat pribadi, tapi juga untuk organisasi dan keluarga.
Kecuali untuk si statement 'galau' itu yg saya sampai skrg nggak ngerti juga asal kosakata itu darimana dan arti secara harfiahnya apa. Soalnya setiap remaja skrg asal bad mood dikit pasang status 'galau' di facebook atau twitternya. Kannn...

Dan skrg saya gatau apa yang sedang menimpa diri saya, mood saya, kesehatan fisik dan mental saya. Untuk kemerosotan intelektualitas yg nyata, intensitas sosial yg berkurang sangat tidak relevan, juga yg paling parah adalah ketidakmampuan saya untuk mengutarakan maksud, berekspresi melalui tulisan, di catetan harian, blog dan saya jadi susah main gitar untuk menghibur diri sendiri. Nggak biasanya bgt!
Seluruh aktivitas saya hanya emosi yang kaku. Kadang itu merupakan luapan emosi yang abstrak, saking meluapnya tapi gabs dikeluarkan jadinya malah bentrok sama suara hati.
Kalo kata dokter itu namanya depresi. Depresi krn apa??? Perasaan sampai hari kemarin saya hanya tidak menemukan cara untuk menjadi ekspresif seperti biasanya, gabs ngeblog dan main gitar, gabs nyanyi dan cm makan bnyak bgt. Cuma itu, itu namanya depresi? Sebabnya apaaaa???
Ahhh tolonglah, siapapun, kembalikan semangat saya untuk nulissss lagiii!!!!!!!!!

Sabtu, 30 Juli 2011

Waitingggg

Waiting
Endah n Rhesa

I start to write a love letter, when I first met you there
But I still keep it on my secret place
I’m not the only one who adores you anyway
But someday you will know that I am here

I’m just waiting for a moment to tell you
I’m waiting, and I’ll make you all mine
I’m just waiting, waiting, waiting…

I don’t care what people say about who you are and what you do
And all I see is that perfect lies in you
I believe that the time will come and we will be together
Oh I am so in love with you, and Im falling, Im falling for you


the serenade of love.
I just waiting untill u know, and if u'll never know. So let me kept it as a secret  :D

Kamis, 28 Juli 2011

MAGMADIPA

... Karena tak kau lihat, terkadang malaikat tak bersayap, tak cemerlang...

Kata orang, cinta pada pandangan pertama itu nafsu. Cinta setelah ketemu bertahun-tahun, temenan trus jatuh cinta, apa gak lebih aneh? Kenapa kalo emang suka gak dari dulu aja. Kenapa mesti baru-baru ini?! Kan orang jadi tanya heran-heran.

Aku mulai mencintai kuliah di Geologi setelah aku jadi mahasiswi geologi. Aku jatuh cinta dengan arsitektur kulit bumi sejak aku dibuat pusing oleh analisis gaya yang membentuk bumi hingga jadi sepeti sekarang. Aku jatuh cinta pada Himpunanku, entah karena apa. Cinta kadang tak perlu sebab karena sebab itulah cinta.

Aku jatuh cinta pada Tuhanku dalam setiap desah nafasku. Sering terlupakan, namun seluruh hidupku kuhabiskan untuk bernafas. Aku ingin cinta yang seperti itu! Tidak seperti kepada Tuhan, karena jelas akan menjadi kafir. Tapi seperti rumah, yang selalu ada saat hujan, panas, angin ribut. Seperti rumah yang menyokong, bagus atau tidaknya tergantung siapa yang memilikinya. Cinta itu...
Antara teman-teman, kakak-adik, sahabat, keluarga. Cinta yang tumbuh dengan sendirinya, tanpa paksaan. Cinta yang tidak hadir ketika pertama kali memandang, cinta yang hadir dengan leluasa, bebas, ekspresif tanpa larangan.
Aku cinta kamu. Cinta Himpunanku MAGMADIPA, maaf jika aku pernah memaksakan idealismeku untukmu yang dimiliki orang banyak.
Cheers!