Rabu, 27 Juli 2011

loh kok?

(Inspired by a true story)

Ada yg lagi kepincut adik kelas nih kayaknya :D
Ahahaha tweet #ceritakemarin menyatakan bahwa ada yg deg2an pas papasan di tangga! Yoiiii...
Beneran gak nih ya?!

Rabu, 06 Juli 2011

Kedodolan helna.

Gatau nih mau nulis apa lagi, yag jelas saya lagi suntuk gara-gara tadi pas ujian panas bumi, saya bisa ngerjain tapi gabs menjelaskan dengan detail krn imajinasi saya tersumbat. Entah oleh apa. Kayanya sih gara-gara pengen ice cream  banget secara udah semingguan gasempet beli aja.. Hahaha kidding.

Tadi pas mau nabung, saya kan emang orangnya gabisa nginget digit nomer yang panjang-panjang.. Orang pin ATM aja yang cuma 5 digit dilupain, jadi tadi mau nyiapin nomer rekening yang catetannya ikut raib sama HP yang dulu ilang. Eeeh setelah 10 menit berkutat dengan rak buku dan file folder di meja belajar, barulah si buku tabungan ketemu. hihihi! Makanya nih jadi keinget pengen aja posting tentang kedodolan helna, siapa tau jadi media pengingat dan motivasi untuk menghilangkan kedodolannya satu per satu.

Oke let's intend!
1. Gapernah inget nomer pin ATM dan KTM
2. Seringlupa akun email dan passwordnya
3. Gahapal nomer HP ibu-bapak sendiri (Ini nomer baru pasca HP ilang aja ga hapal.)
4. Kalo masak pasti pedes, sekalipun diniatin ga pedes!
5. Yang paling parah, selalu jatoh kalo pas ekskursi. (Manusia paling gak seimbang di dunia kalo kata kribo,inga,albab).
6. Gabisa nahan diri buat ga ngelakuin hal-hal konyol seperti nonton 3 film di hari ujian, atau poker competition sama kribo-inga-albab sampe pagi buta! Hahaha
7. Yang sampe skrg saya ga paham sama diri saya sendiri, saya susah bgt bergaul sama cewek :'(
8. Dan lebih tergoda pergi ke adventure shop dari pada ke mall atau butik buat beli girl's stuff.
9. Kalo masalah kuliah, kedodolan saya cuma satu, sering duduk di depan tapi ngantuk saat itu juga yg bikin saya langganan di tegor sama dosen. Ampe saking seringnya jadi biasa aja.
Yang nomer 9 ini adalah imbas dari point 6.
10. Kedodolan terakhir yang saya ingat di short term memori saya sekarang adalah saya panik se panik-panik nya kaya orang freak sama nyamuk! *nyamuknyamuknakal!Auw...

Ada yang mau nambahin?
Besok ujian, saya sama sekali belum buka buku, dan sekarnag berencana nontonin national geographic aja.

Hantu masa depan!

Bukan hantu, seperti pocong, seperti tuyul atau mbak kun. Ini hantu masa depan. Seperti masa depan saya seperti apa. Saya ingin seperti apa, dsb.

Yap! Dosen saya yang paling nyentrik itu berkata: "Daripada kamu jadi buruh di negeri sendiri, lebih baik kamu mengerjakan hobimu yang walaupun sedikit uangnya, tapi tidak membuat negeri ini semakin miskin." And that's sound me, a lot!

Mengerti apa maksudnya? Dia bukan menilai rendah atau meng-under estimate mahasiswanya yang berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan yang prestige di Oil company dan perusahaan Tambang terkemuka di Indonesia, dia hanya mendidik mahasiswanya untuk tetap menjadi Indonesian. Iya, kadang pemuda sekarang sering melihatnya hanya sebagai kita 'bangga' menjadi Indonesian saat hari kemerdekaan kita turut serta menjadi panitia lomba, untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pembukaan Seminar nasional, saat pembacaan hasil yudisium saat upacara wisuda, saat mereka dilepas untuk mencari pekerjaan yang merupakan tahap berikutnya dari proses yang dinamakan 'sekolah' mereka akan berlomba-lomba untuk menunjukkan bahwa mereka bukan SDM yang dalam ranking 'biasa aja' sebisa mungkin lulusan geologi (fresh graduated) sekarang mencari gaji di atas 6 juta perbulan, atau apes-apesnya 4,5 juta sudah alhamdulillah, berbeda untuk yang memilih menjadi pegawai negeri, cukup dengan golongan pertamanya 2,5 juta itu adalah harga standar.
Bagi mereka denga IPK cumlaude atau yang mendekatinya dengan CV penuh dengan peringkat lomba, jabatan di organisasi saat kuliah dan training dengan sertifikat segudang yang dilengkapi test toefl lebih dari 550 telah terbuka jalan untuk perusahaan-perusahaan yang katanya tempatnya 'SDM2 yang terpilih' apalagi kalau bukan Oil company. Di Indonesia sendiri ada banyak bertebaran, kantor pusatnya kebanyakan di Jakarta sana, jadi ketika sudah KP dan TA di Oil company itu sudah suatu prestige tersendiri buat mahasiswa geologi. Mereka memenuhi persyaratan akademis, persyaratan kompetitif sudah jelas, mereka berhasil mengalahkan ratusan bahkan ribuan pendaftar lainnya di tahun yang sama. Tapi apakah itu yang dinamakan SDM terpilih? Bagi kamu mungkin iya. Bagi saya tidak juga.

Hey anak-anak Indonesia, pemuda-pemuda Indonesia!!! Dimulai dari SD, SMP, SMA dan Kuliah, ada 20-30% dari keseluran biaya yang orangtua kalian bayarkan adalah subsidi dari pemerintah.

Saya tidak akan tega dan tebal muka untuk terang-terangan berkata: Seharusnya setelah lulus kalian akan mengabdi dulu untuk Indonesia, lantas kalian membuat negeri ini tidak menjadi buruh dari perusahaan-perusahaan swasta yang kebanyakan berasal dari luar negeri itu, kalian adalah harapan ibu-ibu petani, bapak-bapak nelayan, anak-anak dijalanan yang tidak pernah merasakan sekolah, yang tidak pernah merasakan apa itu organisasi di OSIS, BEM Universitas, karena kalian adalah harapan mereka!
Dalam sekolahmu, dalam belajarmu, ada sebagian hak mereka yang kalian pergunakan untuk memperbesar peluang saat kalian lulus masuk SMP favorit, lulus SNMPTN di Universitas terkemuka, ada berjuta remaja Indonesia yang putus sekolah saat itu karena orang tua mereka tidak mampu membayar biaya pendidikan di Swasta meskipun Negeri pun sekarang sudah mahal setinggi langit.

Dalam belajar kalian, tergantung harapan mereka.
Itu hantu masa depanku!
Mau jadi apa aku  kelak kalau sampai sekarang aku adalah mahasiswi yang malas-malasan belajar dan masih menunda-nunda mencari kesempatan belajar lainnya?! Mau jadi apa adik-adikku yang ada di jalanan, mengamen, mengaso dan bahkan meminta-minta?! Bagaimana harapan ibu-ibuku yang lain, petani, nelayan, penjual jamu gendong agar anak-anaknya bisa memperbaiki masa depan keluarga mereka?!
Mau jadi apa negeri ini bila pemudanya lebih memilih menjadi budak di negeri sendiri?!

Selasa, 05 Juli 2011

Letter to Allah...

Kapan terakhir kali kamu merasa ingin bunuh diri? Sebagian dari kamu mungkin tidak. Sebagian lain mungkin kemarin, seminggu lalu, tahun lalu. Saya? Belum memutuskan kapan.

Kemarin saya terima hasil lab yang sangat membuat saya kacau. Saya tidak ingin menyebutnya sebagai alasan mengapa saya menangis semalaman dan tidak mengerjakan tugas, dan tidak belajar untuk ujian Teknik Pemboran pagi ini, yaaaa tapi itulah kenyataannya.
Saya belum memutuskan saya kehilangan semangat atau tidak.

Ini adalah hasil test yang seharusnya menyatakan saya negatip menderita TB setelah dua test sebelumnya negatip. Dan seharusnya itu adalah kado ulangtahun saya ke 21 kemarin. Tapi saya belum memutuskan itu petaka atau kado.

Dan ini yang saya rasakan sekarang. Oh tidak ada yang saya rasakan!
Saya baik-baik saja, sayangnya bukan saya yang memutuskan saya baik-baik saja atau tidak. Saya merasa tidak bisa melihat dunia lebih berbeda lagi dari sebelumya.
Mereka masih tetap berwarna seperti biasa, pohon-pohon masih tertiup angin seperti bergoyang dan menari, sama saja. Ayam-ayam masih berkokok dan itu semua masih terlihat, terdengar, terasa sama di setiap pagi. Saya bahkan belum memutuskan apakah itu berbeda sekarang setelah kenyataan bahwa dalam satu preparat lab, bakteri Tuberculosis yang berkembang dalam sampel sputum saya ada sekitar 2000 dengan lima jenis obat andalan WHO yang kebal terhadapnya, yang dokter paru-paru terkenal se-Indonesia, yang menangani saya tidak percaya dengan hasil lab itu, yang beliau bilang kasus saya adalah 1 diantara 1000, in the world!
How can I?
Dan sayangnya, sampai sekarang saya belum memutuskan saya sudah sampai tahap putus asa atau belum.

Dunia di mata saya masih seperti itu. Seperti cara saya yang selalu membuanya terlihat berbeda di mata saya...
Tuhan, saya selalu mendambakan saya melihatnya berbeda setiap hari. Engaku mengabulkannya... Setiap hari buatan-Mu tampak begitu memesona di mata yang Engkau berikan ini. Setiap pagi adalah semangatku dalam menjalani hidup. Setiap hari adalah semagat yang meletup-letup untuk menjadi seorang yang selalu belajar, yang bisa berbagi dengan semua orang. Setiap hari adalah anugerah!
Sampai sekarang saya belum memutuskan untuk tidak mensyukuri itu sepanjang waktu.

Tuhan, this is my note. Saya bukan penderita cancer, semoga tidak, tapi saya berhak menulis surat juga untukMu kan, Tuhan?
Andai saja Engkau selalu tau isi hatiku, dan memang Engkau Yang Maha Tau... Aku jarang pernah meminta sembuh padaMu, aku memintaMu memberiku kekuatan lebih, seperti dulu, yang kuminta saat aku menangis setiap malam untuk mama papa. Tuhan aku tidak mau yang lebih sekarang, aku tidak mau menjadi cantik, aku tidak ingin menjadi pintar, tapi aku sakit. Sakit paru-paruku dan sakit jiwaku. Tuhan aku hanya ingin lebih kuat lagi... lebih lagi, lebiiiiiihhhhhhhh kuat lagi dari sebelum ini, Tuhan?

Minggu, 03 Juli 2011

Story of the 'film'

Kamu pernah datang, membuat aku kaget!
"Wahhh ganteng banget!" hehehe
Ak kaget, sambil ngobrol, sambil deg-degan aku. Kapan ya ketemu lagi 'stranger' ?! ---Ngefans aku sama 'mas' anak mesin '05 itu. Baeeeekkkk bgt. Heee---

Ahhhh itulah secuplik kisah membuat kesal bulan ini. Yang minjem barang kaga dibalik2in. Deg-degan krn lumayan penting barangnya... Yg minjem, orang itu.. Aku udah pny feeling sebenernya. Tapi aku acuhin aja. Ahh aku jadi nyesel!


Hari ini tanggal 3 juli. Matahari pertama yang aku lat diumurku yang 21. Kemarin mendung soalnya.
Well, hari ini bisa dibilang keberuntungan dan kesialan sekaligus.
Beruntung karena dapet sepatu Hiking 'Columbia' harga US $150 cukup kubayar dengan US $40 aja! What a luck?
Tapi setelah pulang dengan sepatu baru, yang gatau kapan taun mau dipake muncak lagi... Tetangga depan rumah yang hajatan itu nanggep wayang. Udah 2 hari aku ga bisa tidur nyenyak :'( oohhh

Jumat, 24 Juni 2011

Jalan panjang menuju 'akhir' part#1

Sudah sekian lama nggak ngobrol dan curhat sama papah tercinta, tentang kampus, temen-temen, tentang kegiatan sehari-hari, dan gimana badan saya bisa 'bengkak' diakhir semester yang katanya agak menggila ini. Kemarin, bbrp hari yanglalu, saya nyempetin pulang ke rumah, Bandung buat ngurus bbrp hal menyangkut kuliah dan ke-labil-an emosi saya. Dua hari, itu sudah cukup.

Dalam obrolan saya dengan papah, yang sudah kaya sahabat baik bagi saya, walopun dia kebanyakan nggak ngerti ttg major kuliah saya, tapi beliau dengan bijak mendengarkan keluh kesah saya dan dengan bijak menjawab kebingungan saya tentang, "setelah lulus mau jadi apa?, harus KP dan TA dimana?, Judul TA yang mengarah ke cita-cita stlh lulus nanti?" hmft.

Belakangan saya memang banyak dipusingkan dengan masalah itu. Maklum sudah semester VI, yang kalo di Geologi berarti udah termauk injury time, karena tahapan menjelang lulus di'geder' di semester-semester ini dan setelahnya mulai dari Pemetaan Geologi Bayat dan Mandiri (Pegel), Kerja Praktek (KP), Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan tentu saja yang paling akhir adalah Tugas Akhir itu sendiri.
Meskipun pikiran saya sekarang terfokus buat UAS dan Pemetaan Mandiri, tapi tetap saja urusan KP dan TA menjadi tempat nomer 2 yang menyita pikiran. Kenapa, kadang mahasiswa Geologi menyangkut pautkan antara KP dan TA dengan bidang apa yang mereka ambil pasca lulus, apakah pertambangan seperti kebanyakan sahabat cowok saya, apakah perminyakan seperti anak2 geologi lainnya, apakah geologi teknik seperti harapan KAjur, apakah Airtanah untuk pengabdian masyarakat, dan apakah memenuhi ajakan nurani untuk menjadi peneliti dan dosen seperti nurani saya, dan harapan papah saya.

"75% dalam hati bapak, bapak ingin kamu jadi dosen. Tapi usahakan untuk sekolah S2 jangan dibebankan ke orang tua." Yang ini sangat bertentangan dengan harapan mama:
"Lulus itu kerja dulu 2-3 tahun cari uang yang banyak buat nyenengin orang tua, sodara, terus nikah."
Pernyataan ini kemudian ditentang papah lagi:
"Eeeh kamu itu. Asal kamu tau, bagi bapak, menyenangkan, dalam tanda kutip, orang tua itu nomer sekian, yang penting kebahagiaan kamu sendiri. Kebahagiaan itu datang dari mana, dari kenyamanan kamu menjalani apa yang kamu jalani, dari kecintaan kamu. Nah makanya urusan KP dimana, TA tentang apa, Judul dan sebagainya itu bapak serahkan sama kamu, kamu yang lebih mengerti, asal menurut kamu itu baik dan kamu sukai." (Saya masih ingat betul kata-kata papah!)

Menjadikan hati saya lega? Tidak.
Tapi kalimat-kalimat tadi membuat hati saya lapang, InsyaAllah...
Harapan mamah dan papah... adalah perintah buatku! Untuk menjalani semua dengan ikhlas, tapi tidak melupakan ambisi dan cita-cita. Menjalani semua dengan penuh keyakinan, tapi jangan menjadi takabur dan ambisi yang berlebihan. Terimakasih untuk wawasan yang selalu terbuka lebar untuk puterimu ini, untuk makanan sehat yang selalu tersaji setiap aku pulang, untuk peluk dan cium hangat saat menjemputku datang dan mengantarku kembali... Walaupun jalanku masih panjang, aku rasa aku tidak akan pernah jengah dan menyerah karena mamah dan papah ku yang hebat!

Maka judul ini saya dedikasikan untuk mamah dan papah saya yang juara #1!
I wish a healthy, wises and long live for you both, to see me gain! Thank you, Allah..

Akhirnyaaaa

Akhirnya saya ingat akun blogger dan pasword saya. Itupun setelah ngubek2 catatan hidup, ternyata semua akun dan password yang saya punya tercatat di sana, dan itu sudah sekitar 2bln yang lalu, entah kenapa, saya lupa! Hahahaha :D
*kedodolan helna #2: lupa akun dan password. Kedodolan #1 adalah lupa pin KTM dan ATM. :D

Selamat menulis kembali, serdadu hujan!